Tuesday, March 22, 2016

Bacaan – Wirid – Tasbih- Tasmid Dan Doa Sesudah Solat.


Bacaan-bacaan Sesudah Solat
Perlu diketahui bahawa semua bacaan (dzikir dan do’a) sesudah solat, hukumnya adalah sunat yang dianjurkan (sunnat muakkad), bukan wajib.
Bacaan dzikir dan doa tersebut antara lain:
1. Astaghfirullaahal ‘azhiim (3x)
Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung
2. Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam
Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Berkat Engkau ya Allah, yang memiliki kemegahan dan kemuliaan
3. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘alaa kulli syain qadiir
Tidak ada Tuhan selain Allah saja, Dia Sendiri-Nya, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya lah kerajaan dan pujian dan Dia berkuasa atas segala-Nya.
4. Allaahumma laa maani’a limaa a’thaita walaa mu’thiya limaa mana ‘ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu
Ya Allah, tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi pemberian-Mu, dan tak ada pula sesuatu yang dapat memberi apa-apa yang Engkau larang, dan tak ada manfaat kekayaan bagi yang mempunyai, kebesaran bagi yang dimilikinya, kecuali kekayaan dan kebesaran yang datang bersama ridha-Mu
5. Membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, yaitu:
Subhaanalaah (33x) “Maha Suci Allah”
Alhamdulillaah (33x) “Maha terpuji Allah”
Allaahu Akbar (33x) “Allah Maha Besar”
La ilaaha illallaahu wahdaahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syain qadiir (1x)
Tidak ada Tuhan selain Allah, sendiri-Nya; tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala-galanya.
6. Surah Al Ikhlas dan surah Al Mu’awwidzatain (yaitu surah Al Falaq dan An-Nas)
a. Surah Al Ikhlash:
Qul huwallaahu ahad (“Katakanlah : Allah itu Esa!”)
Allaahush shamad (“Allah tempat meminta”)
Lam yalid walam yualad (“Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan”)
Wa lam yakun lahu kufuwan ahad (“Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya”)
b. Surat Al Falaq
c. Surah An Nas
7. Ayatul Kursiy (Surah Al Baqarah 255)
Allaahu la ilaaha illa huwal hayyul Qayyum, la ta ‘khudzuhu sinatun walaa naumun lahu maa fissamaawaati wama fil ardhi, man dzal ladziiyasy fa ‘u ‘indahu illaa biidznih, ya ‘lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum, walaayuhiithuuna bisyai-in min’ilhimi illaa bimaa syaa-a, wasi’a kursiyuhus samaawaati wal ardhi, walaa yauuduhu hifzuhumaa wa huwal’aliyuul ‘azhiim.
Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tertidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kerajaan Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Dzikir-dzikir tersebut di atas boleh biasa digunakan setelah melakukan sOlat fardhu, atau dipilih beberapa diantaranya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Atau, boleh juga dzikir-dzikir yang lain, asalkan sesuai dengan malan Rasulullah SAW.
8. Do’a-do’a Sesudah SOlat
a. Allaahumma innii as-alukal jannah, Allahumma ajirnii minannaar (7x)
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga kepada-Mu, ya Allah, bebaskan aku dari siksa neraka.)
b. Allaahumma ashlih lii diiniyallati huwa ‘ishamatu amrii, wa ashlih lii dunyayallatii ja’alta fiihaa ma’assyii
(Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi pegangan urusanku, dan perbaikilah bagiku duniaku yang padanya Engkau jadikan penghidupanku.)
c. Allaahumma ‘aafinii fii badanii, Allaahumma ‘aafinii fii sam’ii, Allaahumma ‘aafinii fii basharii, Allaahumma innii a’uudzu bika minal kufri wal faqri, Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta.
(Ya Allah, afiatkanlah badanku. Ya Allah, ‘afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah, ‘afiatkanlah penglihatanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari siksa kubur, tidak ada Tuhan selain Engkau.)
d. Allaahumma inni a’uudzu bika minal bukhli, wa a’uudzu bika minal jubni, wa a’uudzu bika min an uradda ilaa ardzalil ‘umur, wa a’uudzu bika min fitnatid dunya, wa a’uudzu bika min ‘adzaa bil qabri.
(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan. Aku berlindung kepada-Mu dari seburuk-buruk usia. Aku berlindung kepada-Mu dari bencana dunia. Dan aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur.)
e. Allaahummaghfirli dzunuubii wa khathaayaayaa kullaahaa. Allaahumma ‘isynii, wajburnii, wahdinii liahsanil a’maali wal akhlaaqi, innahu laa yahdi li ahsanihaa illa anta, washrif ‘annii sayyi-ahaa innahu laa yashrifu sayyiahaa illa anta.
(Ya Allah, ampunilah segala dosa dan kesalahanku. Ya Allah, segarkanlah badanku, cukupilah aku, dan tuntunlah aku sebaik-baik amal dan akhlak, sesungguhnya tidak ada yang dapat menuntun kepada yang terbaik melainkan hanya Engkau, dan hindarkanlah aku dari seburuk-buruk amal, kerana sesungguhnya tidak ada yang dapat menghindarkanku dari seburuk-buruknya melainkan hanya Engkau.)
f. Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika
(Ya Allah yang membolak-balikkan hati, mantapkanlah hatiku dalam memeluk agama-Mu.)
Doa-doa di atas boleh dibaca semuanya sesudah solat, atau dipilih di antara doa yang disukai dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Boleh juga membaca doa-doa yang lain, tentunya doa yang terbaik ialah yang berasal dari Nabi Muhammad s.a.w. atau dari para Nabi Allah yang lain.
Bila ada keperluan dengan suatu hajat kepada Allah s.w.t. dan anda tidak mengerti doa aslinya, maka tidak ada salahnya berdoa dengan bahasa yang difahami sendiri.
Sebaiknya setiap berdoa jangan meninggalkan kesempatan buat mendoakan ibu dan bapa kita sebagai orang tua yang patut dihormati:
Rabbighfirlii wa liwaalidayyaa warhamnii warhamhumaakamaa rabbayaanii shaghiira.
(Oh Tuhan, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, kasihanilah aku dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku diwaktu kecil.)
Dianjurkan pula memintakan ampun bagi para sahabat, kaum keluarga serta kaum muslimin dan muslimat, khususnya orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kita.
Lebih lanjut, Nabi Muhammad s.a.w. menganjurkan supaya kita membaca doa sesudah tahiyyat, sebelum salam, yang berbunyi:
Allaahummaghfirlii maa qaddamtu wama akhkharartu wa anta’alamu bihi minnii, antal muqaadimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.
(Ya Allah, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, dan apa-apa yang aku rahsiakan dan yang aku nyatakan. Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkaulah yang terdahulu dan Engkaulah yang terakhir, tiada Tuhan selain Engkau.)
Dianjurkan sebagaimana diajarkan Rasulullah s.a.w. kepada Abdullah bin Mas’ud, supaya sesudah tahiyyat dan sebelum salam meminta kebajikan dunia dan akhirat.

Rahsia huruf Alif Lam Mim dalam al Quran

Rahsia huruf Alif Lam Mim dalam al Quran



Mungkin kita sering bertanya mengapa Alif Lam Mim dijadikan sebagai ayat per tama dalam Al-Quran setelah surat Al-fatihah? Lalu mengapa Al-fatihah dan Alif Lam Mim berada disurat per tama dan diawal surat kedua dalam Al-Quran, padahal wahyu yang per tama kali turun adalah Al-alaq 1-5?
Dalam sebuah artikel yang pernah saya baca, bahwa jalan hidup yang harus kita jalani didunia mulai dari per tama dilahirkan sampai dengan meninggal ada dalam Al-Quran. Mulai dari kewajiban yang harus kita lakukan ketika per tama kali kita dilahirkan, kewajiban yang harus dilakukan ketika tumbuh menjadi anak – anak, remaja, dewasa sampai dengan meninggal dunia termaktub dalam Al-Quran pada juz 1 – 30.
Jalan hidup yang harus kita lalui harus berdasarkan atas surat Al-Fatihah yang mana sebagai induk dari Al-Quran. Lalu setelah itu, kita mengikuti alur dari juz – juz yang terkandung dalam Al-Quran. Sebagai contoh ketika kita berumur 20 tahun, maka alangkah baiknya kita mempelajari juz 20 dari Al-Quran itu sendiri. karena hal – hal yang akan kita hadapi, kewajiban yang harus kita lakukan pada usia 20 tahun terdapat dalam Al-Quran dalam juz ke-20. begitu juga seterusnya.
lalu bagaimana seandainya umur kita sudah lebih dari 30 tahun, sedangkan dalam Al-Quran sendiri hanya terdapat 30 juz? Maka saat itulah, masa kita untuk mengamalkan semua yang telah kita pelajari dari juz 1 – 30 dari Al-Quran. karena, kebanyakan dari manusia, mendapat ujian kehidupan yang paling banyak pada usia 1 – 30 tahun. karena pada masa itu, manusia mendapat banyak ujian nafsu, harta dan segala macam godaan.
Lalu apa salah satu rahasia dan kekuatan dari “Alif Lam Mim”, sehingga dijadikan sebagai ayat pertama dari surat Al-Baqarah?
ketika kita baru dilahirkan didunia ini, ternyata Allah SWT menginginkan kita mempelajari “Alif Lam Mim”. karena itulah 3 macam pilihan jalan kehidupan manusia didunia. “Alif Lam Mim” terdiri dari huruf ” م ل ا ” yang mana 3 huruf ini mempunyai kandungan makna yang sangat dahsyat.
Huruf pertama, yaitu ” ا = Alif ” menjelaskan manusia yang pada masa hidupnya, berada pada jalan yang lurus sebagaimana huruf “Alif” tersebut. Yaitu, manusia yang selalu mentaati segala perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, menjaga hawa nafsunya, mulai dari pertama dia dilahirkan sampai dengan meninggal dunia. Yang mana jalan hidupnya selalu diridho’i oleh Allah SWT. sehingga surga Firdaus selalu menantikan manusia – manusia seperti ini.
Huruf kedua, yaitu ” ل = Lam ” menjelaskan manusia yang jalan hidupnya seperti huruf “Lam”, ketika dia baru dilahirkan dia berada dijalan yang lurus. Tetapi setelah menjalani tahapan kehidupan, ketika dia tumbuh menjadi anak – anak, remaja, dewasa dan sebelum meninggal dunia dia telah berbelok kekiri, dia meninggalkan semua kewajiban, tidak mentaati Allah SWT dan rasul – Nya. dia melupakan jalan kehidupan yang seharusnya dia lalui, Jalan lurus yang sudah diberikan oleh ALlah SWT sebelum dan ketika dia dilahirkan dibumi melalui hidayah – Nya. Dan malaikat Malik pun sudah siap menunggunya dipintu neraka. Naudzubillah min dzalik.
Huruf ketiga, yaitu ” م = Mim ” menjelaskan manusia yang jalan kehidupannya seperti huruf “Mim”. dia berputar – putar dalam kehidupannya mencari kebenaran, tapi diakhir tahapan pencariannya dia menemukan jalan lurus. Yang mana ketika dia baru dilahirkan, dia berada dijalan yang lurus. Tapi ketika dia tumbuh dan beranjak dewasa dia berputar – putar sendiri dalam kehidupannya mencari jalan kebenaran sejati. Dan akhirnya dengan izin Allah SWT diakhir pencariannya, dia menemukan jalan yang diridho’i oleh Allah SWT. Dan surga pun siap menerimanya.
Lalu jalan kehidupan manakah yang akan kita pilih???
Jalan kehidupan seperti huruf ” م ل ا ” “Alif” kah, “Lam” kah atau “Mim” kah???
Semoga kita selalu dijalan yang benar, dan terhindar dari jalan kehidupan seperti huruf ” ل “. Amin.

Thursday, January 22, 2015

Amalan Anak-anak Untuk Ibu Bapa Yang Sudah Meninggal Dunia





Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.


Sahabat yang dirahmati Allah,
Ibu bapa adalah orang yang paling berjasa kepada anak-anaknya. Bermula daripada kesusahan ibunya mengandung selama 9 bulan 9 hari. Kesusahan melahirkan anak-anak dan menyusukan dan membesarkan mereka.

Bagi anak-anak jasa dan pengorbanan ibu bapa sangat besar nilainya. Mereka dengan penuh rasa tanggungjawab membesar, mendidik dan memelihara anaknya hingga menjadi manusia yang berguna kepada masyarakat dan negara. Seorang anak yang diasuh dan dididik dengan nilai agama, hendaklah memberi penghormatan dan kasih sayang sewajarnya kepada mereka.

Kita hendaklah menunjukkan rasa terima kasih dengan sentiasa berbuat baik dan tidak melanggar segala perintahnya, menjaga perasaannya jangan sampai terluka serta menjaganya ketika mereka dalam tua atau uzur.

Sememangnya, kedudukan atau darjat ibu bapa di sisi Allah sangat mulia dan tinggi sekali, sehingga menjadi sebagai ukuran penentu bagi keredaan dan kemurkaan Allah. Ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW. yang bermaksud: "Keredaan Allah terletak pada keredaan ibu bapa dan kemurkaan Allah pula terletak pada kemurkaan ibu bapanya." (Hadis riwayat at-Tirmizi dan Hakim).

Berdasarkan maksud hadis di atas, seharusnya sebagai insan yang memiliki kesempurnaan akal, kita berusaha untuk mencapai keredaan ibu bapa. Namun dalam masyarakat kita, lebih-lebih lagi pada zaman sekarang ini, kenyataannya masih ramai yang belum insaf dan tidak prihatin terhadap keterangan hadis di atas. Mereka dengan rasa tanpa segan silu, melakukan penderhakaan terhadap ibu bapa yang banyak berjasa.

Sahabat yang dimuliakan,
Setiap yang hidup anak mati , mati tetap datang kepada sesiapa sahaja tanpa mengira umur apabila saatnya sampai maka dia akan dijemput oleh Allah SWT untuk bertemu dengan-Nya di alam barzakh. Apabila ibu atau bapa kita sudah meninggal dunia atau kedua-duanya sudah kembali kerahmatullah, sebagai anak apakah hadiah dan bantuan terbaik yang dapat kita berikan tanda kita kasih dan sayang kepada kedua ibu bapa kita? , dan sebagai tanda penghargaan kita sebagai seorang anak yang soleh atau solehah?

 Terdapat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim bahawa seorang sahabat bertanya Nabi SAW mengenai apakah jasa yang boleh dilakukan oleh anak kepada kedua ibu bapanya yang telah meninggal dunia.?

"Setiap kali Rasulullah SAW mengadakan majlis iaitu tempat baginda mengajar umatnya, ia sentiasa di penuhi oleh orang ramai. Pada suatu hari ketika baginda sedang duduk di sekeliling oleh para sahabat, datanglah seorang lelaki yang bernama Usaid bin Malik bin Rabiah menghadapnya. Dia adalah seorang pahlawan Islam yang sangat berani.

Setiap kali Nabi SAW mengadakan majlis itu, Usaid sentiasa menghadirinya. Dia merasakan segala nasihat-nasihat tentang agama dan ilmu itu sangat penting baginya. Ketika mereka sedang asyik mendengar syarahan dari baginda, tiba-tiba datang seorang lelaki dari golongan Bani Salmah. Sebaik sahaja dia masuk kemajlis itu dengan hormat dia pun bertanya kepada Rasulullah SAW :

“Ya Rasul Allah, masih dapatkah saya berbuat baik terhadap ibu bapa saya meskipun mereka telah meninggal dunia. Semasa mereka masih hidup saya telah berbuat baik terhadap mereka mengikut apa yang terdaya oleh saya. Saya sentiasa berfikir apakah yang boleh saya lakukan setelah keduanya meninggal dunia.”

Rasulullah SAW menjawab yang bermaksud :

“Ya…dapat, sembahyangkanlah untuk kedua ibu bapa kamu, mohon keampunan untuk keduanya, laksanakanlah wasiatnya dan eratkanlah silaturahim dengan orang-orang yang kedua ibu bapa kamu lakukan serta muliakanlah teman kedua ibu bapa kamu.”

Sebaik sahaja mereka terdengar jawapan dari Rasulullah SAW itu mereka terdiam seketika tetapi di wajah masing-masing terbayang kegembiraan. Lelaki yang bertanya tadi masih tidak faham akan jawapan yang di berikan oleh Rasulullah SAW, lantas dia meminta baginda menerangkan sekali lagi.

Rasulullah SAW  tersenyum mendengar kata-kata lelaki itu lantas baginda pun bersabda yang bermaksud “Apabila meninggal dunia seorang anak Adam maka putuslah segala amalannya kecuali tiga iaitu :

1. Sedekah yang di tinggalkan semasa hidup.

2. Ilmu yang di menfaatkan dan

3. Anak yang soleh yang mendoakan kedua ibu bapanya.”

Setelah Rasulullah SAW berkata begitu barulah lelaki itu faham dan mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Nabi SAW kerana telah memberi sesuatu yang besar menfaatnya kepada yang hidup maupun yang telah mati.”

(Hadis Riwayat Luqman Hakim)

Berdasarkan hadis di atas terdapat beberapa amalan yang boleh dilakukan oleh seorang anak untuk kedua ibu bapanya yang telah meninggal dunia iaitu :

1. Sembahyangkan untuk mereka.

2. Mohon keampunan untuk mereka.

3. Laksanakan wasiat yang mereka tinggalkan.

4. Eratkanlah silaturahim dengan orang-orang yang mereka lakukan

5. Muliakanlah teman-teman mereka.

6. Doakan kepada mereka. (Setiap selepas solat fardu berdoalah kepada Allah SWT untuk  kedua ibu bapa supaya Allah SWT mengampunkan semua dosa-dosa mereka)

Selain daripada perkara-perkara diatas seorang anak yang soleh atau solehah akan melakukan beberapa perkara kebaikan untuk membantu ibu bapa mereka yang sedang berada di alam barzakh sebagai ikhtiar dan usaha-usaha untuk membantu mereka beroleh kebaikan dan tambahan pahala yang berterusan.

1. Banyakkan bersedekah terutama sedekah jariah (pembinaan sekolah agama, masjid, rumah anak yatim dan mewakafkan tanah perkuburan orang Islam) niatkan untuk mereka.

2. Sedekahkan al-Quran, buku-buku Islam di sekolah-sekolah agama atau maahad tahfiz atau dimasjid-masjid niatkan untuk mereka.

3. Selalu sedekahkan al-Fatihah, surah al-Ikhlas, surah al-Falaq dan surah an-nas, surah Yasin, surah al-Baqarah dan ayat-ayat al-Quran yang lain untuk mereka. Sebaik-baik yang membacanya adalah kita sendiri sebagai seorang anak.
Sedekah bacaan al-Quran menurut majoriti ulama ahli sunah waljamaah sampai kepada simati :

Abu al-Lajlaj Abu Khalid (seorang sahabat) mendengar Nabi SAW menggalakkan para sahabat membaca ayat suci al-Quran di bahagian kepala dan kaki si mati di atas kubur. Lalu mewasiatkan amalan tersebut kepada anaknya supaya berbuat demikian.

Abd Rahman bin al-A’la bin Lajlaj daripada bapanya, katanya : berkata Abu al-Lajlaj Abu Khalid : “Wahai anakku, apabila aku meninggal dunia kebumikanlah aku. Apabila kamu meletakkan jasadku di liang lahad, bacalah: “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah SAW, Kemudian curahkanlah tanah dengan cermat ke atasku. Kemudian bacalah disisi kepalaku permulaan surah al-Baqarah dan penutupnya, kerana aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda sedemikian.” (al-Thabrani, Mu’jam al-Kabir, 1982, Maktabah al-Ulum Wal Hikam, hlm 220 juz 19)

Di dalam kitab al-Azkar di bawah tajuk: “Apa yang perlu dibaca selepas pengebumian?. Imam al-Nawawi menyebutkan: “Al-Syafie dan para sahabat (ulamak Syafi’iyyah) mengatakan: “Disunatkan membaca disisi kubur sesuatu daripada ayat al-Quran. Mereka mengatakan: Jika mereka mengkhatamkan al-Quran kesemuanya maka itu adalah (sesuatu yang) baik.” (al-Nawawi, al-Azkar, Dar al-Makrifah: Beirut, 1996, hlm. 142 )

Imam al-Hassan bin al-Sobbah al-Za’farani berkata: “Aku bertanya kepada al-Syafi’ie tentang bacaan al-Quran di kubur. Lalu beliau menjawab: “Tidak mengapa. Al-Khallal meriwayatkan daripada Al-Sya’bie katanya: “Orang Ansar apabila berlakunya kematian dikalangan mereka, maka mereka selalu mengunjungi kuburnya untuk membaca al-Quran di sisinya.”

4. Selesaikan semua hutang-hutang mereka samaada hutang sesama manusia atau hutang dengan Allah SWT. Jika hutang sesama manusia tidak diselesaikan roh mereka akan tergantung di antara langit dan bumi. Hutang dengan Allah SWT adalah nazarnya (jika ada). fidyah kerana meninggalkan puasa. Jika ibu bapa mempunyai hutang dengan bank seperti rumah, kereta dan lain-lain pinjaman tersebut melalui cara riba maka tukarkanlah pinjaman tersebut kepada cara muamalah  Islam dan tukar hak milik kepada anak-anak, kerana berat dosanya yang ditanggung oleh ibu bapa di alam barzakh.

5. Jika ibu bapa belum menunaikan haji maka kita boleh upahkan haji untuk mereka (niatkan upah haji untuk mereka).

6. Beramal dengan amalan Islam. Semua anak-anak yang masih hidup apabila mereka tidak mengamalkan cara hidup Islam dengan melakukan maksiat dan dosa, anak perempuan tidak menutup aurat,  bergaduh sesama adik beradik kerana harta pusaka semua tindakkan ini menyusahkan dan membebankan ibu bapa kita yang berada dialam barzakh. Ibu bapa akan menyesal kerana mereka tidak mendidik anak-anak mereka dengan cara hidup Islam hingga mereka melakukan maksiat kepada Allah SWT. Ketika ini penyesalan sudah tidak berguna lagi kerana perkara tersebut sudah berlaku. Tetapi untuk anak-anak pula macamana mereka hendak membantu ibu bapa mereka yang sudah mati tadi? Maka mereka perlu beramal soleh, beramal ibadah dan beramal kebaikan kerana semua pahala yang kalian buat akan membari saham yang besar kepada ibu bapa kalian yang sedang menderita di alam barzakh.

Amalkanlah ilmu yang diajarkan oleh kedua ibu bapa kalian maka mereka akan mendapat pahala ilmu yang bermanfaat. Banyakkan sedekah jariah dan niatkan untuk ibu bapa maka ibu bapa kalian akan mendapat pahala sedekah jariah.

Sahabat yang dikasihi,
Teruskan berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT. Apabila kita selesai solat fardu atau ketika berada diwaktu-waktu akhir malam , waktu mustajab doa maka berdoalah untuk kesejahteraan ibu bapa kita yang telah meninggal dunia :

Segala puji bagi Allah yang telah memerintah kami untuk bersyukur dan berbuat baik kepada ibu dan bapa, dan berwasiat agar kami menyayangi mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidiki kami sewaktu kecil.

Ya Allah sayangilah kedua orang tua kami. Ampuni, rahmati dan redhailah mereka.

Ya Allah ampunilah mereka dengan keampunan menyeluruh yang dapat menghapuskan dosa-dosa mereka yang lampau dan perbuatan buruk yang terus menerus mereka lakukan.

Ya Allah, berbuat baiklah kepada mereka sebanyak kebaikan mereka kepada kami setelah dilipatgandakan, dan pandanglah mereka dengan pandangan kasih sayang sebagaimana mereka dahulu memandang kami.

Ya Allah berilah mereka hak rububiyah-Mu yang telah mereka sia-siakan kerana sibuk mendidik kami.

Maafkanlah segala kekurangan mereka dalam mengabdi kepada-Mu kerana mengutamakan kami.

Maafkanlah mereka atas segala dosa, maksiat dan syubahat yang mereka jalani dalam usaha menghidupkan kami.

Ya Allah berilah mereka bagian ganjaran dari ketaatan yang Engkau hidayahkan kepada kami, kebaikan yang Engkau mudahkan bagi kami, dan taufiq yang telah mendekatkan kami kepada-Mu.

Dan jangan bebankan kepada mereka segala dosa dan kesalahan yang kami lakukan dan tanggungjawab yang kami abaikan. Dan janganlah tambahkan dosa kami ke atas dosa mereka.

Bagi ibu bapa dan nenek moyang kami yang telah meninggal, berikanlah mereka rahmat yang menerangi pembaringan mereka di kubur dan rahmat yang menimbulkan rasa aman ketika manusia merasa ketakutan saat dibangkitkan. Jadikanlah lubang kubur mereka daripada taman-taman syurga. Jauhkan lubang kubur mereka salah satu daripada lubang-lubang api neraka.

Ya Allah lemah lembutlah kepada mereka yang berbaring di kubur dengan kelembutan yang melebihi sikap lembut mereka kepada kami di masa hidup mereka.

Ya Allah janganlah sampaikan kepada mereka berita tentang kami yang mengecewakan mereka, dan jangan bebankan dosa-dosa kami kepada mereka.

Jangan hinakan mereka di hadapan pasukan kematian, malaikat Munkar dan Nakir dengan perbuatan-perbuatan hina dan mungkar yang kami lakukan.

Senangkanlah roh mereka dengan amal-amal kami di tempat pertemuan para arwah, ketika orang yang soleh bergembira dengan putera-puteri mereka yang soleh. Janganlah jadikan mereka ternoda oleh perbuatan buruk kami.

Ya Allah jadikanlah kami penyejuk hati mereka pada hari berdirinya para saksi. Dan jadikanlah mereka orang-orang yang paling cemburu dengan keberhasilan anak-anak mereka hingga Engkau kumpulkan kami, mereka dan segenap kaum muslimin di negeri kemuliaan-Mu, tempat menetapnya rahmat-Mu, dan tempat para wali-Mu bersama orang-orang yang Engkau beri kenikmatan,

Yaitu, para nabi, shiddiqin, syuhada dan solihin, mereka itulah sebaik-baiknya teman.

Demikianlah kurnia dari Allah dan Allah cukup mengetahui. Selawat dan salam semoga dilimpahkan Allah kepada junjungan kami Nabi Muhammad S.A.W, keluarga dan para sahabat baginda.

Walhamdulillahi Rabbil `Aalamin.  Amin

Surah Al-Waqiah Kunci Rezeki





Ramai antara kita yang mengalami masalah kewangan, duit tidak cukup untuk menampung kehidupan. Pendek kata rezeki selalu sempit.

Al-quran merupakan mukjimat terbesar dan mempunyai fadhilat yang sangat banyak. Sebagai umat Islam kita seharusnya membaca al-quran setiap hari kerana ia adalah ibadah yang sangat tinggi nilainya di sisi Allah.

Sesiapa yang mempunyai kedudukan ekonomi yang sempit bacalah surah al-Waqiah untuk menolak kefakiran dan mendatangkan rezeki. Selain dari berusaha bersungguh-sungguh, amalan kerohanian seperti membaca quran, berzikir dan berdoa juga perlu dilakukan.

Berikut adalah cara yang paling mudah dalam mengamalkan surah al-Waqiah. Anda boleh memilih mana-mana yang berikut

1. Membaca secara rutin setiap malam samada selepas sembahyang maghrib atau sesudah Isyak.
    Sabda Rasulllah SAW yang bermaksud: "Barangsiapa yang membaca surah al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan tertimpa kesulitan selamanya "
    (Walaupun ada ulama mentafsirkan hadis ini dalam kategori lemah, ia tidak menjadi kesalahan untuk mengamalkannya).

2. Mengamalkan membaca sekali siang (selepas subuh) dan sekali malam
3. Membaca 3 kali selepas subuh dan 3 kali waktu malam
4. Membaca surah al -Waqiah sebanyak 14 kali selepas waktu asar. Amalan ini dikatakan mujarab dalam mendatangkan hajat terutamanya rezeki.

Fadhilat surah al-Waqiah akan berkesan bila dilakukan secara istiqamah dan jangan meninggalkannya walaupun sehari. Bacalah dengan tartil dan tajwid yang betul. Membaca surah ini juga akan memberi pencerahan kepada minda kita.

Doa sesudah membaca surah al-waqiah


Erti doa surah al-waqiah
“Ya Allah, bahawasanya kami memohon kepada-Mu dengan hak surat Waaqi’ah dan rahsia (yang terkandung) di dalamnya. Hendaknya Engkau memudahkan rezeki bagi kami sebagaimana Engkau memudahkannya kepada kebanyakan makhluk-Mu ya Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah rezeki dari langit dan bumi kepada kami, berilah kami rezeki kerana Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki. Ya Allah, jika rezeki kami berada di langit, maka turunkanlah rezeki itu, jika rezeki kami berada di bumi, maka keluarkanlah, jika rezeki kami tidak ada maka temukanlah, jika rezeki kami sulit maka mudahkanlah kepada kami, dan pindahkanlah rezeki itu ke tempat kami di mana kami berada, dengan karunia-Mu dan kemurahan-Mu serta kemuliaan-Mu dengan rahmat-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari para penyayang.”
Di samping mengamalkan surah al-Waqiah ini, ibadah wajib jangan ditinggal manakala perkara kemungkaran hendaklah ditinggalkan. 

Kisah Maryam Dikebumi Oleh Malaikat Dan Bidadari Syurga





Nabi Isa adalah nabi yang dilahirkan tanpa ayah dengan izin Allah dan Maryam adalah ibu yang telah melahirkan, menjaga dan mendidik Nabi Isa dengan penuh kasih sayang. Suatu hari Nabi Isa telah bekata kepada ibunya, “Sesungguhnya dunia ini adalah kampung yang akan musnah dan sesungguhnya akhirat itu adalah kampung yang kekal, oleh itu, marilah ibu besama saya”.

Setelah berkata demikian, maka berangkatlah mereka menuju ke gunung Lebnon. Apabila sampai di gunung tersebut, maka Nabi Isa dan ibunya berpuasa di siang hari dan mendirikan solat di malam hari. Makanan mereka terdiri daripada pohon kayu dan meminum air hujan sahaja.

Setelah sekian lama Nabi Isa dan ibunya tinggal di gunung tersebut, maka suatu hari Nabi Isa turun dari gunung tersebut untuk mencari daun kayu untuk mereka berdua berbuka puasa. Setelah Nabi Isa turun ke bawah, datanglah malaikat menghampiri Maryam dan berkata, “Assalamualaiki ya Maryam, orang yang sangat patuh mengerjakan puasa pada siang hari dan mengerjakan solat pada malam hari”.

Sebaik saja Maryam melihat orang yang memberi salam itu, maka Maryam berkata, “Siapakah kamu ini? Badan dan seluruh anggotaku menggeletar dan berasa takut mendengar suaramu”. Malaikat tersebut menjawab, “Aku adalah malaikat yang tidak mempunyai belas kasihan kepada sesiapa pun baik anak kecil, orang tua atau sebagainya sebab aku adalah malaikat pencabut nyawa (Izrail)”.

Mendengar penjelasan malaikat maut, maka Maryam bertanya, “Wahai malaikat maut, apakah tujuan kamu ke sini? Adakah kamu mahu menziarahi aku atau pun mencabut nyawaku?” Izrail menjawab, “Wahai Maryam, kedatanganku adalah untuk mencabut rohmu”. Maryam yang mengetahui ajalnya sudah hampir berkata lagi, “Wahai malaikat maut, apakah kamu tidak mahu memberikan peluang sehingga anakku yang menjadi penawar mengubati kerisauan hatiku?”

Malaikat maut memperjelaskan perintah Allah yang memerintahkannya untuk menjemput roh Maryam dan beliau tak dapat mengsia-siakan walau satu saat. mendengar penjelasan Izrail, dengan hati yang ikhlas, Maryam berkata, “Wahai malaikat maut, kamu telah menerima perintah Allah, oleh itu laksanakanlah perintah itu dengan segera.” Izrail segera mendekati Maryam dan mencabut rohnya.

Selesai waktu Isyak yang akhir, Nabi Isa pulang dengan mendaki gunung tersebut dan membawa bekalan berbuka puasa. Beliau melihat ibunya sedang berada di tempat solat dan menyangka bahawa ibunya sedang sembahyang. Beliau meletakkan bekalan makanan untuk berbuka puasa dekat dengan ibunya lalu beliau berdiri menghadap kiblat. Setelah sekian lama, beliau memanggil ibunya untuk berbuka puasa dan mengerjakan ibadah tanda syukur kepada Allah, namun beliau melihat tak sedikit pun makanan terusik oleh ibunya walau dua pertiga malam telah berlalu.

Nabi Isa memanggil lagi ibunya, “Assalamualaiki ya Ummaahu”. Oleh kerana fajar telah menjelma dan ibunya tidak lagi bangun, maka beliau menghampiri ibunya dan meletakkan pipinya pada pipi ibunya lalu menciumnya sambil menangis dan berkata, “Assalamualaiki ya Ummaahu. Malam telah berlalu dan fajar telah menjelma, ini adalah masa untuk menunaikan fardhu yang telah diwajibkan oleh Allah”.

Setelah Nabi Isa berkata demikian, maka menangislah para malaikat dan para jin yang berada di sekitarnya dan bergoncanglah gunung di bawahnya. Kemudian Allah mewahyukan kepada para malaikat, “Apakah yang menyebabkan kamu semua menangis?” Para malaikat berkata, “Tuhan kami, Engkau Maha Mengetahui”. Setelah itu tiba-tiba kedengaran satu suara berbunyi, “Wahai Isa, angkatlah kepalamu itu, sesungguhnya ibumu telah meninggal dunia dan Allah telah melipatgandakan pahalamu”.

Sebaik sahaja Nabi Isa mendengar suara tersebut, maka beliau sambil menangis berkata, “Siapakah yang akan menjadi temanku tatkala aku sunyi dan di kala aku menangis? Siapakah yang dapat aku ajak berkata-kata dan siapakah yang dapat membantu aku dalam ibadahku?” Kemudian Allah mewahyukan kepada gunung yang bermaksud, “Wahai gunung, nasihatilah Ruh-Ku (Isa A.S.)”.

Berkata-katalah gunung tersebut dengan izin Allah, “Wahai Ruh Allah, apakah erti kesusahanmu itu, ataukah kamu mahu Allah sebagai pendampingmu yang menggembirakan?” Setelah mendengar nasihat gunung, lalu Nabi Isa turun ke sebuah desa tempat tinggal Bani Israil dan meminta pertolongan mereka untuk menguruskan jenazah ibunya. Namun mereka tak mahu menolong Nabi Isa kerana takut pada ular-ular besar yang ada di gunung tersebut.

Nabi Isa dengan perasaan hampa naik kembali ke gunung dan beliau melihat dua orang pemuda yang sangat kacak rupa parasnya lalu beliau memberi salam dan meminta pertolongan mereka untuk memakamkan jenazah ibunya. Lalu berkata salah seorang dari pemuda itu, “Aku ini sebenarnya adalah malaikat Mikail dan sahabatku ini adalah malaikat Jibril. Aku ada membawa ubat tubuh dan kain kafan dari Tuhanmu dan para bidadari jelita sekarang sedang turun dari syurga untuk memandikan dan mengkafankan ibumu”.

Setelah itu, malaikat Jibril pun menggali kubur di atas gunung. Selesai sahaja kerja memandi dan mengkafankan dilakukan oleh para bidadari syurga, mereka menyembahyangkan jenazah Maryam dan mengebumikannya. Lalu Nabi Isa berdoa kepada Allah, “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui tempatku dan Engkau mendengar kata-kataku dan tidak sedikit pun urusanku yang tersembunyi dariMu. Ibuku telah meninggal dunia sedang aku tidak menyaksikannya sewaktu dia wafat. Oleh itu izinkanlah dia berkata sesuatu kepadaku”.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Isa, “Sesungguhnya aku telah memberi izin kepadanya”. Nabi Isa lalu pergi ke kubur ibunya dan berkata, “Assalamualaiki ya ibu, bagaimanakah dengan tempat pembaringanmu dan tempat kembalimu dan bagaimanakah pula kedatangan Tuhanmu?” Dengan izin Allah Maryam berkata, “Tempat pembaringanku dan tempat kembaliku adalah sebaik-baik tempat, sedang aku mengadap kepada Tuhanku, aku tahu bahawa Dia telah menerimaku dengan rela”.

Berkata Nabi Isa lagi, “Wahai ibu, bagaimanakah rasa sakitnya mati?” Ibunya menjawab, “Demi Allah yang telah mengutuskanmu sebagai nabi dengan sebenar-benarnya, belum hilang lagi rasa pedihnya mati, demikian juga dengan rupa malaikat maut yang belum hilang dari pandangan mataku. Alaikas salam wahai kasih sayangku sampai hari kiamat“.

Saturday, January 10, 2015

Amalan Terbalik


Marilah kita bermuhasabah atau menilai dan menghitung kembali tentang amalan harian kita. Kadang-kadang kita akan dapati amalan kita adalah terbalik atau bertentangan dari apa yang patut dilakukan dan dituntut oleh Islam. Mungkin kita tidak sedar atau telah dilalaikan atau terikut-ikut dengan budaya hidup orang lain. Perhatikan apa yang dipaparkan dibawah sebagai contoh amalan yang terbalik:-
  • Amalan kenduri arwah beberapa malam yang dilakukan oleh keluarga simati selepas sesuatu kematian (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan seterusnya) adalah terbalik dari apa yang dianjurkan oleh Rasulullah di mana Rasulullah telah menganjurkan jiran tetangga memasak makanan untuk keluarga simati untuk meringankan kesusahan dan kesedihan mereka. Keluarga tersebut telah ditimpa kesedihan, terpaksa pula menyedia makanan dan belanja untuk mereka yang datang membaca tahlil. Tidakkah mereka yang hadir makan kenduri tersebut khuatir kalau-kalau mereka termakan harta anak yatim yang ditinggalkan oleh simati atau harta peninggalan simati yang belum dibahagikan kepada yang berhak menurut Islam?

قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنِ جَعْفَرَ : لَمَّا جَاءَ نَعْيُ جَعْفَرِ حِيْنَ قُتِلَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِصْنَعُوْا لآلِ جَعْفَرِ طَعَامًا فَقَدْ اَتَاهُمْ مَايُشْغِلُهُمْ . (حسنه الترمزى وصححه الحاكم)
“Abdullah bin Ja’far berkata: Ketika tersebar tentang berita terbunuhnya Ja’far, Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam bersabda: Hendaklah kamu menyediakan makanan untuk keluarga Ja’far, mereka telah ditimpa keadaan yang menyebukkan (kesusahan)”.
Dihasankan oleh at-Turmizi dan di sahihkan oleh al-Hakim.
  • Kalau hadir ke kenduri walimatul urus (kenduri kahwin) orang kerap salam berisi (hadiah wang yang diberi semasa bersalam). Kalau tak ada duit nak dikepit dalam tangan, maka segan ia nak pergi makan kenduri. Tetapi kalau ia menziarah orang mati, tidak segan pula salam tak berisi. Sepatutnya kalau menziarah keluarga si matilah kita patut memberi sedekah. Kalau ke kenduri kahwin, tak bagi pun tak apa kerana tuan rumah panggil untuk diberi makan bukan untuk ia menambah pendapatan.
  • Ketika menghadiri majlis pemimpin negara kita berpakaian cantik kemas dan segak tetapi bila mengadap Allah baik di rumah maupun di masjid, pakaian lebih kurang saja bahkan ada yang tak berbaju. Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik.
  • Kalau menjadi tetamu di rumah orang dan di beri jamuan, kita rasa segan nak makan sampai habis apa yang dihidangkan kerana rasa segan dan malu, sedangkan yang dituntut dibanyakkan makan dan dihabiskan apa yang dihidang supaya tuan rumah rasa gembira dan tidak membazir.
  • Kalau bersolat sunat di masjid amat rajin, tapi kalau di rumah, sangat malas. Sedangkan sebaik-baiknya solat sunat banyak dilakukan di rumah seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengelakkan rasa riak.
  • Bulan puasa adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahawa dalam carta perbelanjaan setiap rumah orang Islam akan kita dapati perbelanjaan di bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun. Sedangkan sepatutnya perbelanjaan di bulan puasa yang terendah. Bukankah terbalik amalan kita?
  • Kalau nak mengerjakan haji, kebanyakan orang akan membuat kenduri sebelum bertolak ke Mekah dan apabila balik dari Mekah tak buat kenduripun. Anjuran berkenduri dalam Islam antaranya ialah kerana selamat dari bermusafir, maka dibuat kenduri, bukan kerana nak bermusafir, maka dibuat kenduri. Bukankah amalan ini terbalik? Atau kita mempunyai tujuan lain.
  • Semua ibubapa amat bimbang kalau-kalau anak mereka gagal dalam periksa. Maka dihantarlah ke kelas tuisyen walau pun banyak belanjanya. Tapi kalau anak tak boleh baca Quran atau solat, tak bimbang pula bahkan tak mahu hantar tuisyen baca Quran atau kelas khas mempelajari Islam. Kalau guru tuisyen sanggup dibayar sebulan RM20.00 satu pelajaran 8 kali hadir tapi kepada Tok Guru Quran nak bayar RM15.00 sebulan 20 kali hadir belajar pun menggeletar tangan. Bukankah terbalik amalan kita? Kita sepatutnya lebih berbimbang jika anak tidak dapat baca Al Quran atau bersolat dari tidak lulus periksa.
  • Kalau bekerja mengejar rezeki Allah tak kira siang malam, pagi petang, mesti pergi kerja. Hujan atau ribut tetap diharungi kerana hendak mematuhi peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah (masjid) tak hujan, tak panas, tak ribut pun tetap tak datang ke masjid. Sungguh tak malu manusia begini, rezeki Allah diminta tapi nak ke rumahNya segan dan malas.
  • Seorang isteri kalau nak keluar rumah samada dengan suami atau tidak, bukan main lagi berhias. Tetapi kalau duduk di rumah, masyaAllah. Sedangkan yang dituntut seorang isteri itu berhias untuk suaminya, bukan berhias untuk orang lain. Perbuatan amalan yang terbalik ini membuatkan rumahtangga kurang bahagia.

Keretapi Emas - Saud Nak Tunjuk Kepada Siapa?



 Akhbar theguardian melapurkan bahawa Raja Abdullah pemerintah Saudi Arabia telah menempah keretapi peribadi berkelengkapan mewah yang akan membawa rombongan diraja antara dua bandar suci Mekah dan Madinah. Keretapi VIP mewah tersebut sedang dibina oleh konsortium Saudi-Sepanyol. Nampaknya kerajaan diraja saud mengambil kesempatan membeli keretapi peribadi tersebut dengan mengambil kesempatan projek keretapi laju yang kos keseluruhannya USD9.2B untuk kemudahan jemaah haji yang menghubungkan dua bandar suci tersebut dan Jeddah, pintu masuk jemaah haji.

Mengikut lapuran syarikat konsortium tersebut, rekabentuk diraja bagi gerabak VIP yang terdiri dari 13 gerabak  akan disadurkan emas.  seperti dilapurkan constructionweekonline.com  bahawa mereka telah diberi kontrak untuk menghiaskan gerabak kereta dengan sadur emas terutamanya dibahagian siling. Inilah yang sepatutnya umat Islam pertikaikan. Disaat ramai umat Islam di Sudan, Somalia, Palestin dan banyak lagi negara Islam kebuluran tetapi raja Saud menunjukan kemewahannya tanpa batas. Sudah pasti pembaziran ini akan menguntungkan kapitalis Yahudi yang sememangnya telah bertapak dan mempunyai kepentingan dalam projek pembangunan besar-besaran Arab Saudi.

Umat Islam menunggu apakah reaksi ulamak atas tindakan kerajaan diraja tersebut yang menunjukkan keangkuhan dengan kemewahan yang keterlaluan. Ulamak mereka dengan senang hati membenarkan pembangunan sesuka hati di tanah suci tersebut dengan menghapuskan semua tinggalan sejarah Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya tanpa bekas sedikitpun dengan alasan hapuskan kurafat dan bidaah. Alasan inilah digunakan sepenuhnya oleh penguasa Saudi bagi membolehkan kontraktor yang mempunyai hubungan dengannya mengaut keuntungan dengan pembangunan yang melampau. Dalam hukum fekah, sudu, garfu dan pinggan mangkuk yang bersadur emaspun haram digunakan bagi tujuan menunjuk-nunjuk apatah lagi dengan gerabak keretapi bersadur emas!

Rasulullah saw telah memberi amaran akan munculnya golongan Arab Badui yang suka menunjukkan kesombongan dan keangkuhannya yang pasti membawa bencana kepada seluruh umat Islam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...